Video ini berisi ceramah dari KH Fakhruddin Al Bantani mengenai amalan-amalan penting di bulan Rajab, khususnya pada malam ke-27 dan Jumat terakhir. Berikut adalah rangkuman poin-poin utamanya:
1. Tiga Malam Mustajab di Bulan Rajab
Dalam pandangan para ulama, terdapat tiga malam yang sangat istimewa untuk berdoa karena doa-doa dikabulkan oleh Allah [00:12]:
Malam Pertama Bulan Rajab: Dianjurkan untuk mengejar ilmu dan mengisi malam tersebut dengan ibadah [00:25].
Malam ke-15 (Nisfu Rajab): Malam pertengahan bulan yang juga merupakan waktu mustajab untuk berdoa [00:44].
Malam ke-27 Rajab: Malam yang sangat istimewa di mana orang-orang saleh terdahulu biasanya terjaga untuk melaksanakan salat hajat dan wiridan [01:21].
2. Amalan Malam 27 Rajab
Salat Hajat: Disarankan melaksanakan salat hajat dengan tata cara: rakaat pertama membaca Surat Al-Ikhlas (Qulhu) 10 kali, rakaat kedua 20 kali, rakaat ketiga 30 kali, dan rakaat keempat 40 kali [04:16].
Doa Khusus: Dianjurkan berdoa memohon agar kesedihan hidup dihilangkan, sebagaimana Allah menghilangkan kesedihan Nabi Muhammad SAW saat berjumpa dengan-Nya pada malam tersebut [01:53].
====
"Ya Allah, demi keagungan Nabi yang berjumpa dengan Engkau pada malam 27 Rajab sehingga Nabi hilang kesedihannya, hilangkanlah pula kesedihan saya dalam hidup ini."
======
3. Amalan Jumat Terakhir Bulan Rajab
KH Fakhruddin menjelaskan wirid mujarrob (telah teruji) agar diberikan kelancaran rezeki selama setahun ke depan:
Membaca "Ahmad Rasulullah Muhammad Rasulullah" sebanyak 35 kali [03:12].
Waktu membacanya adalah saat khatib sedang duduk di antara dua khutbah (saat azan kedua atau sebelum khatib turun dari mimbar) [02:48].
4. Amalan Umum di Bulan Rajab
Istigfar: Karena bulan Rajab adalah bulan memohon ampunan, dianjurkan membaca "Astagfirullah wa atubu ilaih" minimal 333 kali setiap hari [06:16].
Menanam "Pohon di Surga": Mengamalkan kalimat Subhanallah, Alhamdulillah, Wala ilaha illallah, Wallahu akbar, wala haula wala quwwata illa billah sebagai tanaman di surga, sesuai pesan Nabi Ibrahim kepada Nabi Muhammad saat Isra Mikraj [08:00].
5. Nasihat Tambahan
Beliau juga menekankan pentingnya bersikap objektif dalam menilai amal ibadah seseorang. Misalnya, jika ada anak yang berbakti pada orang tua tetapi belum salat, baktinya tetap diterima sebagai kebaikan, namun ia tetap berdosa karena meninggalkan salat [08:42].
DO'A
Allahumma inni as-aluka bihaqqi Qul Huwallahu Ahad, Allahus Shamad, lam yalid walam yulad, walam yakun lahu kufuwan ahad. Wa bihaqqi Sayyidina Muhammadin nabiyyika nabiyyir rahmah. Ya sayyidi ya Rasulallah, inni atawajjahu bika ilallahi ta’ala fi hajati hadzihi lituqdha li, Allahumma fa syaffi’hu fiyya.
Terjemahan Singkat
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan hak Surat Al-Ikhlas... dan dengan hak junjungan kami Muhammad, Nabi-Mu, Nabi pembawa rahmat. Wahai tuanku, wahai Utusan Allah, sesungguhnya aku menghadap dengan (wasilah) mu kepada Allah Ta'ala dalam hajatku ini agar dikabulkan untukku. Ya Allah, berilah beliau (Rasulullah) syafaat untuk menolongku."
=======
Penjelasan Per Kata (Agar Mantap Membacanya):اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقِّ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ (Allahumma inni as-aluka bihaqqi Qul Huwallahu Ahad) Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan hak "Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa."
اللهُ الصَّمَدُ ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (Allahus Shamad, lam yalid walam yulad, walam yakun lahu kufuwan ahad) "Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia."
وَبِحَقِّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ نَبِيِّكَ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ (Wa bihaqqi Sayyidina Muhammadin nabiyyika nabiyyir rahmah) Dan dengan hak junjungan kami Nabi Muhammad, Nabi-Mu, Nabi pembawa rahmat.
يَا سَيِّدِي يَا رَسُولَ اللهِ (Ya sayyidi ya Rasulallah) Wahai tuanku, wahai Utusan Allah.
إِنِّي أَتَوَجَّهُ بِكَ إِلَى اللهِ تَعَالَى فِي حَاجَتِي هَذِهِ لِتُقْضَى لِي (Inni atawajjahu bika ilallahi ta’ala fi hajati hadzihi lituqdha li) Sesungguhnya aku menghadap dengan (wasilah) mu kepada Allah Ta'ala dalam hajatku ini agar dikabulkan untukku.
اللَّهُمَّ فَشَفِّعْهُ فِيَّ (Allahumma fa syaffi’hu fiyya) Ya Allah, maka berilah beliau (Rasulullah) izin untuk memberi syafaat kepadaku.
Tips Amalan: Dalam video tersebut, KH Fakhruddin menyarankan doa ini dibaca dengan keyakinan yang kuat (haqqul yaqin), terutama setelah salat hajat di malam 27 Rajab agar hajat yang kita miliki dikabulkan oleh Allah SWT.
=======
Catatan: Doa ini biasanya dibaca setelah melaksanakan salat hajat di malam-malam istimewa seperti malam 27 Rajab dengan keyakinan yang kuat agar hajat dikabulkan oleh Allah SWT.
DO'A
Doa Menghilangkan Kesedihan (Malam 27 Rajab)
Jika Anda merasa sulit menghafal doa yang panjang tadi, beliau memberikan alternatif doa singkat dalam bahasa Indonesia namun tetap merujuk pada keagungan peristiwa Isra Mikraj:
"Ya Allah, demi keagungan Nabi yang berjumpa dengan Engkau pada malam 27 Rajab sehingga Nabi hilang kesedihannya, hilangkanlah pula kesedihan saya dalam hidup ini."